Puisiku
💐
Sayup mata diterpa angin
Tenggelam terpejam pelan-pelan
Adakah rindu yg kau sampaikan?
Angin, berbisiklah.
Jejakmu hanya sepintas
Mengapa tak sejenak berhenti saja?
Aku ingin memasang telinga
Bahwasannya tak sedikit yang merindu
Dimanakah kerinduan itu berada?
Tak aku jumpai wujudnya
Meski hanya sekelabat bayangan
Tak kudapatkan batang hidungnya
Gemuruh hujan bersuara pada genting
embunnya membias dibalik jendela
Adakah air mata yg berlinang untukku?
Saat ia sungguh-sungguh merindu
Rindu saat mengadu dengan-Nya
Menyelipkan do'a untuk dipertemukan
Dengan separuh jiwa
Sebuah tulang rusuk Yang akan menguatkan tulang punggungnya.
Sayup mata diterpa angin
Tenggelam terpejam pelan-pelan
Adakah rindu yg kau sampaikan?
Angin, berbisiklah.
Jejakmu hanya sepintas
Mengapa tak sejenak berhenti saja?
Aku ingin memasang telinga
Bahwasannya tak sedikit yang merindu
Dimanakah kerinduan itu berada?
Tak aku jumpai wujudnya
Meski hanya sekelabat bayangan
Tak kudapatkan batang hidungnya
Gemuruh hujan bersuara pada genting
embunnya membias dibalik jendela
Adakah air mata yg berlinang untukku?
Saat ia sungguh-sungguh merindu
Rindu saat mengadu dengan-Nya
Menyelipkan do'a untuk dipertemukan
Dengan separuh jiwa
Sebuah tulang rusuk Yang akan menguatkan tulang punggungnya.

Komentar
Posting Komentar